Gojek dan Grab Hapus Paket Hemat Driver, Tarif Murah Masuk Babak Baru Keputusan Gojek dan Grab mencabut program hemat berbayar untuk mitra driver menjadi salah satu kabar penting di industri transportasi online nasional. Dua aplikator besar itu mengambil langkah hampir bersamaan setelah pemerintah menetapkan pembatasan potongan pendapatan pengemudi ojek online menjadi maksimal delapan persen melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Kebijakan baru ini mengubah peta layanan hemat yang selama ini menjadi pilihan penumpang untuk mendapatkan ongkos lebih murah. Di sisi lain, mitra driver selama ini menaruh perhatian besar pada skema pembayaran, potongan platform, dan beban biaya tambahan yang dinilai berpengaruh pada pendapatan harian. Gojek menyatakan akan menghentikan skema langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi, sementara Grab mengumumkan penutupan Program Langganan Akses Hemat bagi mitra GrabBike.
Program Hemat Berbayar Resmi Ditinggalkan
Program hemat berbayar pada dasarnya dibuat untuk memberi opsi perjalanan dengan biaya lebih ringan kepada konsumen. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini juga terkait dengan skema yang melibatkan mitra driver. Ketika isu potongan dan kesejahteraan pengemudi makin menguat, program semacam ini ikut menjadi sorotan.
Gojek lebih dulu menyampaikan rencana penghentian skema langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi. Direktur Utama sekaligus CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Hans Patuwo, menjelaskan bahwa perusahaan melakukan kajian setelah program tersebut diuji coba sejak November 2025 dan diperluas ke berbagai wilayah sejak Februari 2026. Menurut Gojek, skema tersebut perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi.
Grab kemudian menyampaikan langkah serupa. CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan bahwa perusahaan akan menutup Program Langganan Akses Hemat bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua. Grab menyebut penutupan program dilakukan karena diperlukan penyesuaian layanan yang lebih baik dan ekosistem yang lebih berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Perpres 27 Tahun 2026 Jadi Titik Balik
Keputusan dua aplikator besar tersebut tidak bisa dilepaskan dari Perpres Nomor 27 Tahun 2026. Aturan ini menetapkan bahwa potongan maksimal aplikator terhadap pendapatan pengemudi ojek daring adalah delapan persen. Dengan ketentuan itu, mitra driver mendapatkan minimal 92 persen dari tarif perjalanan.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan aturan tersebut dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, pada 1 Mei 2026. Dalam laporan Antara, Presiden menyebut pemotongan sebelumnya mencapai sekitar 20 persen dan pemerintah menetapkan standar baru untuk meningkatkan pendapatan bersih pekerja transportasi online. Perpres tersebut juga memuat kewajiban perlindungan sosial bagi para mitra, termasuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kesehatan.
Bagi aplikator, perubahan ini berarti penyesuaian besar dalam model bisnis layanan roda dua. Pendapatan perusahaan dari tiap perjalanan menjadi lebih kecil, sementara layanan harus tetap berjalan, harga tetap dijaga, dan kebutuhan konsumen tetap dipenuhi. Di tengah perubahan tersebut, program hemat berbayar untuk driver menjadi salah satu bagian yang ditinjau ulang.
Gojek Pastikan GoRide Reguler Tidak Naik
Gojek menegaskan bahwa layanan GoRide reguler tetap tidak mengalami kenaikan harga untuk konsumen. Perusahaan ingin menjaga jumlah pesanan agar tetap stabil, sehingga pendapatan total mitra pengemudi juga dapat lebih baik.
Hans Patuwo menyatakan Gojek berkomitmen menyesuaikan skema bagi hasil dengan 92 persen dari setiap perjalanan GoRide menjadi hak pengemudi. Ia juga menyebut layanan GoRide Hemat akan mengikuti pemangkasan potongan pendapatan menjadi delapan persen. Untuk layanan GoRide Hemat, perusahaan membuka kemungkinan penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas, tetapi tetap dijalankan secara terukur dan menjaga keterjangkauan masyarakat.
Gojek juga menyebut GoRide reguler masih menjadi pilihan pelanggan yang lebih banyak digunakan dibanding GoRide Hemat. Pernyataan ini menjadi penting karena layanan reguler tetap menjadi tulang punggung transportasi roda dua di aplikasi Gojek. Dengan menjaga harga reguler, perusahaan berupaya agar konsumen tidak langsung menahan penggunaan layanan setelah perubahan skema berlaku.
GrabBike Hemat Tetap Ada untuk Konsumen
Grab mengambil arah yang hampir sama. Program langganan berbayar untuk mitra driver ditutup, tetapi layanan GrabBike Hemat untuk konsumen tetap tersedia. Perusahaan menyebut akan ada penyesuaian biaya perjalanan secara terukur dengan tetap menjaga keterjangkauan.
Grab juga memastikan layanan GrabBike Standard belum mengalami kenaikan harga. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa perusahaan berusaha memisahkan dua hal, yaitu penghapusan program langganan untuk mitra dan keberlanjutan opsi layanan hemat bagi pelanggan.
Neneng Goenadi menyampaikan bahwa kesejahteraan mitra pengemudi menjadi prioritas perusahaan. Grab menyebut terus mengupayakan agar pendapatan mitra tetap terjaga di tengah perubahan industri. Perusahaan juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait agar pelaksanaan Perpres 27 Tahun 2026 bagi mitra GrabBike berjalan lancar.
Driver Jadi Pusat Perhatian Utama
Perubahan ini memperlihatkan bahwa posisi mitra driver kembali berada di tengah pembahasan transportasi online. Selama bertahun tahun, mereka menjadi penggerak utama layanan, mulai dari mengantar penumpang, mengirim makanan, mengirim barang, sampai menjaga layanan tetap tersedia di jam sibuk.
Mitra driver menanggung banyak biaya operasional. Mereka harus membeli bahan bakar, merawat kendaraan, membayar cicilan motor bagi yang masih memiliki angsuran, membeli paket data, menjaga kondisi ponsel, serta menghadapi risiko di jalan. Karena itu, potongan platform dan skema tambahan apa pun langsung terasa pada pendapatan harian.
Program hemat berbayar sebelumnya dipandang sebagian mitra sebagai bagian yang perlu dievaluasi karena berkaitan dengan hasil bersih yang mereka bawa pulang. Ketika pemerintah menetapkan batas potongan maksimal delapan persen, tekanan terhadap aplikator untuk menyesuaikan seluruh skema menjadi semakin besar.
Konsumen Masih Bisa Memilih Layanan Hemat
Bagi konsumen, kabar pencabutan program hemat berbayar untuk driver tidak otomatis berarti layanan murah hilang total. Gojek dan Grab sama sama menyatakan opsi hemat masih tetap ada, tetapi ada kemungkinan penyesuaian biaya pada layanan tertentu.
Di Gojek, GoRide Hemat tetap disebut akan menyesuaikan diri dengan skema potongan delapan persen. Di Grab, GrabBike Hemat tetap tersedia bagi konsumen dengan biaya yang disesuaikan secara terukur. Kedua perusahaan juga memastikan layanan reguler mereka tidak mengalami kenaikan harga dalam pernyataan terbaru.
Hal ini penting karena layanan hemat selama ini banyak dipakai konsumen yang sensitif terhadap ongkos perjalanan. Mahasiswa, pekerja harian, karyawan ritel, dan masyarakat perkotaan yang menggunakan ojol untuk jarak pendek kerap memilih layanan hemat karena selisih biaya perjalanan bisa terasa dalam penggunaan berulang.
Perusahaan Menjaga Keseimbangan Harga dan Pendapatan
Aplikator kini harus menghadapi pekerjaan rumit. Di satu sisi, pemerintah meminta porsi pendapatan driver diperbesar. Di sisi lain, konsumen tetap menginginkan tarif yang terjangkau. Perusahaan juga harus menjaga biaya operasional aplikasi, layanan pelanggan, keamanan, promosi, teknologi, dan berbagai program pendukung.
Jika tarif dinaikkan terlalu cepat, konsumen bisa mengurangi penggunaan layanan. Jika tarif terlalu rendah, ruang pembagian pendapatan menjadi sempit. Karena itu, kedua perusahaan memakai istilah penyesuaian terukur untuk menggambarkan perubahan di layanan hemat.
Bagi pasar, keputusan ini akan menjadi ujian. Apakah layanan hemat masih diminati setelah biaya berubah, apakah driver merasa pendapatannya lebih baik, dan apakah pesanan tetap stabil dalam beberapa pekan setelah aturan dijalankan. Perubahan besar seperti ini biasanya tidak selesai dalam satu pengumuman, tetapi terlihat dari perilaku konsumen dan mitra di lapangan.
Program Kesejahteraan Ikut Disorot
Grab menyebut beberapa program kesejahteraan yang telah berjalan, seperti Bonus Hari Raya, fasilitas BPJS Ketenagakerjaan untuk mitra berprestasi, asuransi kecelakaan tambahan, beasiswa GrabScholar bagi anak mitra, program Umrah bagi mitra inspiratif, GrabAcademy, GrabBenefits, dan kanal darurat GERCEP.
Gojek juga menyatakan akan memperkuat program kesejahteraan bagi mitra pengemudi dan keluarga. Pernyataan ini muncul bersamaan dengan komitmen menjalankan skema bagi hasil 92 persen untuk driver pada layanan GoRide.
Program tambahan semacam ini penting karena kesejahteraan driver tidak hanya ditentukan oleh besaran potongan platform. Perlindungan saat kecelakaan, bantuan pendidikan, akses pelatihan, dan dukungan saat kondisi darurat juga dibutuhkan. Namun, bagi banyak driver, ukuran pertama tetap sederhana, yaitu berapa pendapatan bersih yang tersisa setelah bekerja seharian.
Industri Ojol Masuk Fase Pengawasan Ketat
Kebijakan potongan delapan persen membuat industri ojol memasuki fase pengawasan yang lebih ketat. Pemerintah kini memiliki dasar baru untuk menilai apakah aplikator menjalankan aturan pembagian pendapatan secara sesuai.
Pengawasan juga tidak hanya menyangkut angka potongan. Perlu dilihat apakah muncul biaya lain yang membuat pendapatan driver kembali berkurang. Bila program tertentu dicabut tetapi diganti skema lain yang memberatkan, persoalan lama bisa muncul kembali. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, aplikator, dan perwakilan driver perlu terus berjalan.
Bagi driver, transparansi menjadi kunci. Mereka perlu mengetahui berapa tarif perjalanan, berapa yang diterima, berapa potongan yang dikenakan, serta apakah ada biaya tambahan dalam bentuk lain. Tanpa informasi yang jelas, kepercayaan mudah terganggu.
Peta Baru Persaingan Gojek dan Grab
Gojek dan Grab selama ini bersaing dalam banyak sisi, mulai dari harga, promo, jumlah mitra, kualitas aplikasi, kecepatan mendapat driver, sampai layanan pendukung. Dengan aturan baru, persaingan tidak lagi hanya soal siapa paling murah bagi konsumen, tetapi juga siapa paling mampu menjaga pendapatan driver tanpa membuat layanan terasa mahal.
Keputusan mencabut program hemat berbayar untuk mitra driver memperlihatkan bahwa kedua perusahaan mencoba bergerak searah dengan aturan pemerintah. Mereka tetap mempertahankan layanan hemat untuk pengguna, tetapi menghilangkan skema langganan berbayar yang melibatkan mitra.
Dalam beberapa bulan ke depan, perubahan ini dapat terlihat dari tiga sisi utama. Pertama, apakah pendapatan driver benar benar meningkat. Kedua, apakah konsumen tetap memilih layanan hemat setelah biaya disesuaikan. Ketiga, apakah aplikator mampu menjaga ketersediaan driver di jam sibuk tanpa mengurangi kualitas layanan.
Daftar Perubahan Penting bagi Publik
Perubahan kebijakan ini perlu dipahami dengan jelas karena menyangkut jutaan pengguna dan ratusan ribu mitra driver. Informasi yang terlalu sederhana bisa membuat publik salah paham, seolah layanan hemat langsung hilang seluruhnya.
| Poin Perubahan | Gojek | Grab |
|---|---|---|
| Program untuk mitra | Skema langganan GoRide Hemat dihentikan | Program Langganan Akses Hemat GrabBike ditutup |
| Layanan hemat bagi konsumen | Tetap ada dengan penyesuaian terbatas | Tetap ada dengan penyesuaian biaya terukur |
| Layanan reguler | GoRide reguler tidak naik | GrabBike Standard tidak naik |
| Arah kebijakan | Menyesuaikan Perpres 27 Tahun 2026 | Menyesuaikan Perpres 27 Tahun 2026 |
| Porsi pendapatan driver | Menyesuaikan 92 persen untuk driver | Berkoordinasi untuk pelaksanaan aturan baru |
Kebijakan ini menjadi penanda bahwa industri transportasi online sedang masuk masa penataan ulang. Aplikator tetap ingin menjaga konsumen, pemerintah ingin memperbesar pendapatan mitra, dan driver menunggu perubahan yang benar benar terasa di jalan.


Comment