Tongkrongan hits di Medan kini tidak hanya mengandalkan kopi dan makanan. Desain bangunan, area outdoor, pencahayaan, kualitas internet, musik, hingga suasana lingkungan menjadi pertimbangan pengunjung sebelum memilih tempat. Sebagian orang mencari kedai yang tenang untuk bekerja menggunakan laptop, sedangkan kelompok lainnya membutuhkan lokasi untuk berkumpul sampai malam.
Medan tidak pernah kekurangan pilihan ketika urusan mencari tempat nongkrong. Perkembangan coffee shop, restoran, ruang kreatif, hingga tempat bersantai malam hari membuat ibu kota Sumatera Utara tersebut semakin menarik bagi anak muda, pekerja kantoran, mahasiswa, maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana kota dengan cara berbeda.
Beberapa kawasan seperti Kesawan, Medan Petisah, Medan Polonia, dan Medan Maimun menjadi titik yang mempunyai banyak pilihan. Karakternya juga berbeda. Kesawan menawarkan nuansa bangunan lama dan pusat kota, sedangkan kawasan lain menghadirkan coffee shop modern dengan konsep yang lebih kontemporer.
The Thirty Six Masih Menjadi Salah Satu Tempat Nongkrong Favorit di Medan
The Thirty Six berada di Jalan Multatuli Nomor 36, kawasan Medan Maimun. Tempat ini sudah cukup lama dikenal masyarakat Medan dan tetap menjadi salah satu pilihan untuk bertemu teman, makan, atau sekadar menikmati kopi.
Karakter tempatnya berada di antara kafe dan restoran sehingga pengunjung tidak hanya mendapatkan pilihan minuman. Menu makanan yang cukup beragam membuat The Thirty Six cocok digunakan untuk pertemuan yang berlangsung lebih lama.
Lokasinya juga relatif mudah dijangkau dari pusat kota.
Salah satu keunggulan tempat semacam ini adalah fleksibilitas. Pengunjung dapat datang pada pagi atau siang hari untuk makan, kemudian suasananya berubah menjadi lebih hidup menjelang malam.
Jam operasionalnya hingga sekitar pukul 23.00 membuat The Thirty Six cukup ideal bagi masyarakat yang mencari tempat berkumpul setelah selesai bekerja.
“Menurut penulis, tempat nongkrong yang mampu bertahan lama di Medan biasanya bukan hanya mempunyai interior menarik, tetapi berhasil menjaga alasan bagi pelanggan untuk datang kembali.”
Sudut Jalan Coffee & Eatery Cocok untuk Nongkrong dengan Biaya Lebih Santai
Pilihan berikutnya berada di kawasan Medan Petisah. Sudut Jalan Coffee & Eatery berlokasi di Jalan Candi Prambanan dan menawarkan karakter coffee shop yang lebih santai.
Rentang harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu alasan tempat seperti ini menarik bagi mahasiswa dan anak muda.
Nongkrong di kota besar tidak selalu harus menghabiskan biaya besar. Ada kelompok pengunjung yang membutuhkan tempat untuk bertemu beberapa jam sambil memesan kopi dan makanan ringan.
Sudut Jalan berada pada kategori tersebut.
Suasana coffee shop membuat tempat ini dapat digunakan untuk percakapan santai, pertemuan bersama teman, hingga mengerjakan pekerjaan ringan.
Lokasinya di Medan Petisah juga cukup strategis karena kawasan tersebut mempunyai banyak pusat aktivitas.
Pada akhir pekan, pengunjung yang datang berkelompok sebaiknya memperhitungkan waktu kedatangan karena coffee shop populer biasanya lebih ramai pada sore hingga malam.
Miel Coffee Menarik untuk Pencinta Kopi yang Mengutamakan Suasana Tenang
Tidak semua tempat nongkrong harus mempunyai musik keras atau beroperasi hingga tengah malam. Miel Coffee Medan menunjukkan karakter yang berbeda.
Coffee shop yang berada di Jalan Dazam Raya ini lebih sesuai bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi pada pagi hingga sore hari.
Jam operasionalnya berada sekitar pukul 08.00 hingga 18.00.
Karakter tersebut membuat Miel lebih menarik bagi pekerja remote, pencinta kopi, atau orang yang ingin bertemu teman tanpa suasana terlalu ramai pada malam hari.
Coffee shop siang hari juga mempunyai kelompok pelanggan tersendiri.
Sebagian pengunjung datang untuk sarapan ringan, membaca, bekerja menggunakan laptop, atau melakukan pertemuan informal.
Dengan rentang harga yang masih berada pada kelas coffee shop menengah, Miel menjadi salah satu pilihan ketika seseorang mencari tempat nongkrong yang tidak terlalu identik dengan kehidupan malam.
Seven Sumatra Beans Membawa Kopi Sumatra ke Kawasan Kesawan
Medan mempunyai hubungan kuat dengan dunia kopi karena Sumatera merupakan salah satu wilayah penghasil kopi terkenal di Indonesia.
Seven Sumatra Beans membawa karakter tersebut ke kawasan Kesawan melalui konsep specialty coffee dan roastery.
Lokasinya berada di Jalan Perniagaan Baru.
Bagi pencinta kopi, tempat seperti ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kafe yang lebih berfokus pada desain interior.
Pengunjung dapat lebih memperhatikan asal biji, metode penyeduhan, aroma, serta karakter rasa kopi.
Kawasan Kesawan sendiri memberikan nilai tambahan.
Wilayah ini merupakan salah satu bagian tua Kota Medan yang mempunyai banyak bangunan bersejarah dan aktivitas kuliner.
Pengunjung dapat memasukkan kegiatan minum kopi sebagai bagian dari perjalanan menjelajahi pusat kota.
Seven Sumatra Beans buka sejak pagi sehingga cocok untuk menjadi titik awal sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah lokasi di sekitar Kesawan.
The Stepping Stone Menawarkan Suasana Berbeda di Jantung Kesawan
Bagi masyarakat yang mencari tongkrongan malam di Medan, kawasan Kesawan mempunyai karakter tersendiri.
The Stepping Stone berada di Jalan Tembakau Deli dan dikenal sebagai salah satu tempat berkumpul di kawasan tersebut.
Karakter tempatnya berbeda dari coffee shop yang beroperasi dari pagi hingga sore.
Lokasinya di area pusat kota membuat pengunjung dapat menikmati suasana Kesawan sekaligus mengakses berbagai tempat lain yang berada tidak terlalu jauh.
Kawasan ini semakin menarik pada malam hari ketika pencahayaan bangunan serta aktivitas kuliner mulai mendominasi jalan.
Pilihan tempat nongkrong malam biasanya sangat bergantung pada tipe pertemuan.
Kelompok teman yang ingin menikmati suasana lebih hidup akan mempunyai kebutuhan berbeda dengan pekerja yang membutuhkan meja tenang untuk membuka laptop.
The Stepping Stone lebih cocok ditempatkan pada kategori tempat bersosialisasi dan menikmati kehidupan malam di pusat Medan.
People’s Place Menawarkan Pilihan untuk Nongkrong Sekaligus Makan
People’s Place Cafe Medan berada di Jalan R.A. Kartini, kawasan Medan Polonia.
Tempat ini mempunyai karakter restoran sekaligus lokasi berkumpul sehingga cocok untuk pengunjung yang tidak ingin hanya memesan kopi.
Jam operasional panjang menjadi salah satu kelebihannya.
Pengunjung sudah dapat datang sejak pagi, sementara pada Sabtu operasional dapat berlangsung hingga sekitar pukul 23.00.
Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas yang cukup besar.
Pertemuan keluarga dapat dilakukan pada siang hari, sementara kelompok teman dapat memilih sore atau malam.
Kawasan sekitar Jalan Kartini sendiri merupakan salah satu bagian kota yang mempunyai banyak aktivitas kuliner dan perkantoran.
Karena itu, People’s Place dapat menjadi alternatif bagi orang yang tidak ingin bergerak menuju Kesawan atau kawasan Multatuli.
Tempat dengan menu makanan lengkap juga lebih nyaman digunakan untuk acara ulang tahun sederhana, pertemuan keluarga, atau makan bersama rekan kerja.
Monk’s Coffee Roasters Cocok untuk Ngopi Serius tetapi Tetap Santai
Pencinta specialty coffee di Medan juga mempunyai pilihan Monk’s Coffee Roasters di Jalan Cut Mutia.
Tempat ini mempunyai reputasi cukup kuat sebagai coffee shop dan beroperasi dari pagi hingga sekitar pukul 22.00.
Rentang jam tersebut membuat Monk’s cukup fleksibel.
Pengunjung dapat datang untuk kopi pagi, bekerja pada siang hari, atau bertemu teman setelah jam kantor.
Coffee roastery mempunyai daya tarik tersendiri karena pengalaman minum kopi biasanya mendapat perhatian lebih besar.
Pengunjung yang memahami kopi dapat bertanya mengenai biji, proses roasting, atau metode penyeduhan yang tersedia.
Namun orang yang sekadar ingin mencari tempat nongkrong tetap dapat menikmatinya tanpa harus mempunyai pengetahuan khusus mengenai kopi.
Lokasinya di Medan Polonia juga relatif dekat dengan berbagai pusat kuliner dan kawasan komersial lainnya.
SOHO Capital Menjadi Pilihan bagi yang Mencari Suasana Lebih Urban
Tidak semua orang mencari coffee shop sederhana ketika ingin nongkrong.
Sebagian pengunjung membutuhkan suasana yang lebih urban, terutama untuk makan malam, bertemu rekan bisnis, atau berkumpul bersama kelompok teman pada malam hari.
SOHO Capital Medan menjadi salah satu pilihan dalam kategori tersebut.
Lokasinya berada di Capital Building, Jalan Putri Hijau.
Posisinya dekat pusat kota dan berbagai hotel membuat kawasan ini sering dilewati pekerja, wisatawan, serta masyarakat yang mempunyai aktivitas di sekitar Kesawan dan Putri Hijau.
Jam operasional yang dapat berlangsung hingga tengah malam memberikan pilihan bagi pengunjung yang baru mempunyai waktu setelah aktivitas harian selesai.
Dibandingkan coffee shop sederhana, tempat seperti SOHO lebih cocok ketika agenda nongkrong juga mencakup makan.
Pengunjung yang datang berkelompok dapat mempunyai lebih banyak pilihan menu dan waktu pertemuan yang panjang.
Kesawan Tetap Menjadi Kawasan Nongkrong yang Sulit Dilewatkan
Membicarakan tongkrongan hits di Medan tidak lengkap jika hanya melihat nama kafe satu per satu.
Kawasan juga mempunyai peranan besar, dan Kesawan menjadi salah satu wilayah yang paling menarik.
Kesawan mempunyai bangunan tua, kuliner, coffee shop, restoran, serta lokasi yang mudah dikombinasikan dengan wisata kota.
Karakter tersebut membuat kegiatan nongkrong tidak berhenti ketika seseorang selesai minum kopi.
Pengunjung dapat berjalan melihat kawasan sekitar, mencoba makanan lain, atau melanjutkan perjalanan ke sejumlah titik di pusat Medan.
Kehadiran coffee shop baru di dalam atau sekitar bangunan lama juga menciptakan perpaduan yang menarik.
Generasi muda mendapat tempat dengan fasilitas modern, tetapi masih berada di lingkungan yang menunjukkan wajah lama Kota Medan.
Pada malam hari, karakter Kesawan berubah lebih ramai dengan aktivitas kuliner dan pengunjung yang datang berkelompok.
Medan Petisah Cocok bagi yang Mencari Coffee Shop untuk Siang Hari
Kawasan Medan Petisah mempunyai pola yang sedikit berbeda.
Di wilayah ini terdapat banyak kegiatan perdagangan, perkantoran, kuliner, serta coffee shop yang menyasar pelanggan dari pagi hingga sore.
Miel Coffee dan Sudut Jalan merupakan contoh pilihan yang dapat ditemukan di area tersebut.
Kawasan seperti Petisah cocok bagi pekerja yang ingin melakukan pertemuan informal di luar kantor.
Mahasiswa dan pekerja remote juga dapat memilih coffee shop dengan suasana yang sesuai untuk bekerja beberapa jam.
Faktor yang perlu diperhatikan adalah jam operasional.
Tidak semua coffee shop di Medan dibuat untuk aktivitas malam hari. Ada tempat yang justru menutup operasional menjelang sore atau awal malam.
Karena itu, pengunjung sebaiknya memilih berdasarkan tujuan.
Jika ingin bekerja, coffee shop dengan suasana siang biasanya lebih nyaman. Jika ingin berkumpul setelah pukul 20.00, tempat dengan jam operasional lebih panjang menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Tongkrongan Medan Kini Tidak Lagi Hanya Berpusat pada Kopi
Perubahan gaya nongkrong membuat definisi coffee shop semakin luas.
Pengunjung tidak hanya mencari kopi yang enak.
Mereka mempertimbangkan makanan, tempat duduk, pencahayaan, pendingin ruangan, area merokok, tempat parkir, akses listrik, koneksi internet, hingga kemungkinan mengambil foto.
Bagi pengelola, persaingan akhirnya tidak hanya terjadi pada menu.
Suasana ruangan menjadi bagian penting.
Coffee shop dengan desain bagus tetapi mempunyai tempat duduk tidak nyaman mungkin menarik untuk kunjungan singkat, tetapi belum tentu membuat pelanggan bertahan lama.
Sebaliknya, tempat sederhana dengan pelayanan baik dan suasana nyaman dapat mempunyai pelanggan tetap dalam jumlah besar.
“Medan mempunyai karakter nongkrong yang kuat karena masyarakatnya memang dekat dengan aktivitas makan dan berkumpul. Kafe akhirnya berkembang sebagai perpanjangan dari budaya tersebut dalam bentuk yang lebih modern.”
Pilih Tongkrongan Berdasarkan Waktu Datang agar Tidak Salah Tempat
Waktu menjadi faktor penting ketika memilih tempat nongkrong di Medan.
Pada pagi hari, Miel Coffee, Seven Sumatra Beans, atau Monk’s Coffee Roasters dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang menginginkan suasana lebih tenang.
Siang hingga sore memberikan pilihan lebih luas karena hampir semua coffee shop sudah beroperasi.
Periode sore juga menjadi waktu ketika tempat nongkrong mulai dipenuhi mahasiswa dan pekerja yang baru menyelesaikan aktivitas.
Malam hari mempunyai karakter berbeda.
The Thirty Six, People’s Place, The Stepping Stone, dan SOHO Capital lebih sesuai untuk pengunjung yang ingin melanjutkan pertemuan hingga malam.
Pada Jumat dan Sabtu, kepadatan pengunjung biasanya menjadi hal yang perlu diperhitungkan.
Datang lebih awal dapat membantu mendapatkan posisi tempat duduk yang lebih nyaman, terutama ketika jumlah anggota kelompok cukup banyak.
Budget Nongkrong di Medan Bisa Disesuaikan dari Rp25 Ribuan
Perbedaan konsep tempat juga terlihat dari rentang biaya.
Coffee shop seperti Sudut Jalan, Miel Coffee, dan Seven Sumatra Beans mempunyai pilihan dalam kisaran harga yang relatif terjangkau untuk kategori tempat nongkrong modern.
Pengunjung dapat menyiapkan sekitar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu untuk sejumlah pilihan minuman atau menu tertentu.
Tempat yang mempunyai konsep restoran dan pilihan hidangan lebih lengkap biasanya membutuhkan anggaran lebih tinggi.
The Thirty Six misalnya berada pada rentang pengeluaran yang dapat mencapai lebih dari Rp100 ribu per orang, tergantung pesanan.
SOHO dan Monk’s juga mempunyai pilihan dengan rentang yang lebih luas.
Anggaran karena itu sebaiknya ditentukan berdasarkan tujuan.
Untuk sekadar bertemu sambil minum kopi, tidak diperlukan tempat dengan menu restoran lengkap. Namun untuk acara makan bersama, memilih tempat dengan banyak pilihan makanan akan lebih nyaman meskipun pengeluarannya lebih tinggi.
Tongkrongan Hits di Medan Semakin Menyebar ke Berbagai Sudut Kota
Pertumbuhan coffee shop membuat masyarakat Medan kini mempunyai semakin banyak pilihan tanpa harus selalu berkendara jauh.
Kesawan mempunyai keunggulan lewat suasana pusat kota dan bangunan lamanya. Medan Petisah menawarkan sejumlah coffee shop yang sesuai untuk aktivitas siang. Medan Polonia mempunyai kombinasi restoran dan kedai kopi, sementara Multatuli tetap ramai dengan berbagai tempat makan serta lokasi berkumpul.
Perubahan tersebut membuat aktivitas nongkrong dapat disesuaikan dengan karakter setiap kelompok.
Pencinta kopi dapat memilih roastery, pekerja remote mencari tempat yang lebih tenang, sementara kelompok teman pada akhir pekan dapat bergerak menuju restoran atau tempat yang buka sampai malam.
Persaingan yang semakin ketat juga membuat pengelola harus terus mempertahankan kualitas.
Interior yang viral dapat mendatangkan pengunjung pada beberapa bulan pertama, tetapi kualitas minuman, makanan, pelayanan, kebersihan, serta kenyamanan menjadi alasan pelanggan kembali.
Bagi masyarakat dan wisatawan, kondisi tersebut memberikan keuntungan karena pilihan tongkrongan hits di Medan tidak lagi terbatas pada beberapa nama lama. Hampir setiap kawasan pusat kota kini mempunyai tempat dengan karakter sendiri, mulai dari kedai specialty coffee pada pagi hari sampai lokasi berkumpul yang tetap hidup menjelang tengah malam.


Comment